Informasi PSB

Login

Who's Online

We have 84 guests and no members online

Pesan

Photo Acak

Visitors Counter

1803764
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
563
6339
23027
1579046
328004
323581

Your IP: 54.162.91.86
Home Berita

PAD Galian C Mamuju, mestinya 6 Milyar

Mamuju (ANTARA Sulsel) - Pemerhati masalah pertambangan di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat,

mengatakan pendapatan asli daerah (PAD) Mamuju dari sektor galian C mestinya dapat mencapai Rp6 miliar.

"Mestinya Mamuju yang memiliki luas wilayah sekitar 8.014 kilometer persegi, serta memiliki potensi tambang

galian C di seluruh wilayahnya, mampu mencapai PAD dari sektor tambang galian C sebesar Rp6 miliar," kata

pemerhati tambang Nurdin Ashat di Mamuju, Minggu.

Ia mengatakan, daerah di Mamuju yang memiliki banyak sungai dan seluruh sungai mempunyai potensi

tambang galian C yang selama ini dieksploitasi pengusaha, seharusnya mampu menghasilkan PAD sekitar Rp6

miliar dihitung dari kubikasi potensi tambang galian C.

Menurut Nurdin yang juga peneliti tambang, awalnya PAD dari tambang galian C yang dipungut pemerintah

sangat minim hanya sekitar Rp500 juta pada tahun 2011, namun kemudian meningkat menjadi Rp4 miliar

pada tahun 2012, ketika PAD tambang mulai disoroti masyarakat karena dianggap rendah.

"Namun menurut kami, PAD tambang di Mamuju harusnya mencapai Rp6 miliar seandainya pengawasan

dipungutnya PAD oleh pemerintah dapat diperketat lagi," katanya.

Ia mengatakan, lonjakan PAD galian C Mamuju dari tahun 2011 ke tahun 2012, karena pengawasan

pemerintah terhadap pungutan pajak dan retribusi untuk meningkatkan PAD galian C sudah mulai dilakukan.

"Sehingga seandainya saja pengawasan dapat diperketat lagi maka diyakini PAD tambang galian C Mamuju

akan semakin meningkat lagi mencapai Rp6 miliar sesuai hitungan volume tambang galian C yang

dieksploitasi," katanya.

Oleh karena itu, Nurdin yang juga alumni Jurusan Geologi Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin Makassar

ini meminta agar pengawasan pungutan pajak dan retribusi tambang galian C Pemerintah di Mamuju

ditingkatkan dan diperketat lagi agar semakin meningkatkan dan menopang pendapatan daerah untuk

digunakan melaksanakan pembangunan daerah.

"Bayangkan saja aktivitas tambang galian C di Mamuju sudah mengakibatkan banjir dan merusak aliran

sungai namun hasilnya ternyata minim dan tidak mengkontribusi pembangunan, ini tentunya itu tidak

sebanding, dan tidak bisa diterima sehingga PAD tambang galian C ditingkatkan lagi," ucap Nurdin

Menurut dia, dana bencana begitu besar untuk melakukan normalisasi sungai yang rusak hingga miliaran

rupiah setiap tahun, akibat aktivitas tambang galian C, namun ternyata tidak sebanding dengan pendapatan

daerah ini dari sektor tambang galian C.